Keutamaan Sepatu Panjat Tebing November 14, 2008
Posted by galaspala in pengetahuan.Tags: sepatu panjat tebing sol karet
6 comments
Keutamaan sepatu panjat tebing adalah pada keampuhan karet solnya untuk mencengkram tebing. Kelenturan sol mengikuti bentuk permukaan tebing yang tidak berarturan sehingga menghasilkan friksi dan membuat rute-rute panjat yang sulit menjadi biasa-bisa saja.
Sekarang, untuk mendapatkan sepatu-sepatu panjat dengan ramuan karet yang paling lengket tidak terlau sulit. Namun meski lengket, sepatu belum tentu cocok dengan kondisi tebingnya. Tidak semua tebing punya karakter yang sama. Hal terpenting memilih sepatu panjat adalah pada jenis permukaannya yang akan dipanjat. Untuk memanjat celah lebar (Wide crack), sepatu yang tinggi hingga menutupi mata kaki lebih sesuai. Sepatu umumnya memiliki sol yang keras (Hard sole) dan efektif memanjat celah lebar. Bentuknya yang tinggi dapat melindungi mata kaki ketika disumpalkan ke celah lebar. Ini untuk menghindari resiko keseleo.
Untuk tebing yang vertikal dan mulus, sepatu yang tinggi dengan sol keras kurang sesuai. Celah-selah tebing seperti ini membutuhkan sol yang lebih lembut supaya ujung-ujung kaki dapat merasakan pijakan batu tebingnya. Namun, bagi pemanjat pemula sebaiknya menggunakan sol yang keras. Umumnya, pemanjat pemula kurang fokus pada gerakan kaki, sehingga kalau memanjat cenderung menyeret-nyeret sepatu. Sol yang keras membuatnya awet.
Supaya kaki tidak selip, sebaiknya didalam sepatu tidak terdapat rongga yang dapat membuat kaki bergeser. Oleh karena itu, pilihlah nomor yang sesuai. Maksudnya, sepatu menempel erat pada kaki, tapi tidak menyiksa. Untuk memiih sepatu, piihlah 1 atau 1,5 dibawah ukuran sepatu biasa. Misalnya, untuk kaki nomor 7, pilihlah sepatu nomor 6 atau 5,5. Ini supaya sepatu tidak teralu lebar melarnya setelah beberapa kali digunakan.


Message In The Bottle November 14, 2008
Posted by galaspala in perjalanan.add a comment
Ketika mengawasi tim panjat tebing dari kapal di laut, saya melihat tiga sosok tubuh menyelinap dari arah timur, dari balik rerimbunan hutan pinus. Mereka terhubung dangan tali pengaman satu sama lain. Saya memperhatikan mereka dengan teropong. Seorang dari mereka yang perempuan turun ke dasar tebing di Swater Hook dengan tali, sementara dua lainnya, yang laki-laki, merayapi permukaan tebing menuju teras besar di atasnya. Setelah memperhatikan lebih dekat, mereka adalah rekan-rekan pemanjat tebing asal Lampung yang kemudian mendapat celaka karena pengaman jebol.
Beberapa hari yang lalu ketiganya pamit pada kami di Legon Cabe, pulau Rakata Besar, kepulauan Krakatau. Katanya mereka akan susur pantai, mengelilingi pulau Rakata Besar kearah timur lalu muncul kembali di Legon Cabe dari arah barat. Dalam hitungan hari, kami bertemu kembali dengan mereka di permukaan tebing yang curam, di sebelah utara pulau yang memotong lingkaran keliling pulau Rakata Besar. Mereka masuk dari sisi timur permukaan tebing, dari balik hutan, kemudian merayapi dinding utara Rakata Besar.
Saya tidak pasti apa yang sedang mereka lakukan. Komunikasi sulit dilakukan karena kencangnya angina laut. Suara kami, walau sudah teriak sekuat tenaga, hilang begitu saja ditelan kemegahan tebing. Saya hanya tahu kalau Piton dan Lodong saat itu sedang memanjat lebih tinggi, kearah teras besar, kemudian melanjutkan pemanjatannya dari tempat itu lebih tinggi lagi. Sementara, Ayak yang menuruni tebing sudah bersama kami di kapal.
Sampai matahari memerah, Lodong dan Piton belum juga turun. Seluruh anggota tim kami sudah turun ke kapal. Kami sempat menunggu Lodong dan Piton beberapa lama agar dapat kembali ke base camp di Legon Cabe bersama-sama. Namun, keduanya tak juga muncul sehingga kami mulai khawatir. Seorang dari kami di kapal melihat botol minuman yang jatuh. Botol tersebut tersangkut di tengah-tengah celah tebing. (lagi…)
Ultralight stove Desember 4, 2008
Posted by galaspala in pengetahuan.2 comments
Mau punya kompor trangia, tapi gak punya uang yg cukup buat belinya?? La iyalah, trangia jaman sekarang harganya sekitar 250rb (burnernya doang) ampe 700rb (yg paling gede). Belum lagi kalo ada perintilannya yg ilang pas naik gunung, mahal bo.. Nih artikel buat yg mau kreatif dikit and sedikit jerih payah :
source:http://scottbryce.com/yaas_stove/index.html
Alcohol stoves are inexpensive, lightweight alternatives to commercial backpacking stoves. They are used primarily for boiling water to rehydrate dehydrated meals. If your camp cooking is more complicated than that, or if you need to cook for more than 1 person, this stove may not be for you.
In my quest for the perfect alcohol stove, I have experimented with several designs. After learning how these stoves function, I designed my own. I call it the Yaas stove, since it is Yet Another Alcohol Stove. My own hardly-scientific tests show that it boils water faster than any other alcohol stove I have tried.
The Yaas stove works on the same principle as the Cat stove and the Pika Stove. And is a variation of the Sqrl Stove. It weights about 1/2 as much as the Cat stove.
Brian Robinson, whose father designed the Cat stove, explains why chimney style alcohol stoves, such as the Cat stove and Yaas stove, work better than pressurized alcohol stoves.
The vent holes in my Cat stove are too large, causing the Cat stove to leak fuel if a full ounce of fuel is poured into it. The Yaas stove burns as hot as a Cat stove, but will hold 2 ounces of fuel. With 1 ounce of fuel I was able to bring 2 cups of water to a rolling boil in about 4 minutes 20 seconds. There are many factors that affect boiling times and fuel requirements. You should conduct your own tests before using this stove in the back country.
After this page was posted, I was contacted by Deems Burton, the designer of the Pika stove. After some discussion we agreed that while the Yaas stove may burn hotter that his Pika stove, and bring water to a boil faster, the Pika stove uses less fuel. If you are looking for a fuel efficient alcohol stove, and are willing to wait a minute or two longer for water to boil, the Pika stove would be a better stove for you.
The Yaas stove is designed to burn denatured alcohol only. Attempting to burn other fuels, such as white gas, will result in a large orange flame that makes a sooty mess. White gas will not burn hot enough in this stove to boil water. OK, it might, but I’m not going to try it.
Apa itu waterproof Agustus 27, 2009
Posted by galaspala in pengetahuan.add a comment
Kata waterproof selalu dihubungkan dengan bagian luar atau kulit luar, bisa berupa pembungkus pakaian dan banyak lagi. Secara fungsional, waterproof harus menjadi pelindung atau penahan air agar benda yang dilindunginya tidak basah.
Bagi para pegiat di alam terbuka, pemakaian bahan-bahan yang waterproof merupakan kebutuhan pokok, mulai dari ransel, tenda, sampai jas hujan dan sepatu. Bisa dibayangkan apabila barang-barang tadi tidak memakai bahan-bahan yang waterproof, mungkin kita hanya mampu berjalan satu atau dua hari saja.
Dalam tulisan ini akan dibahas tentang ragam pelapis (coating) yang mampu membuat kain bisa jadi waterproof dan lebih khusus lagi pembahasan mengenai jaket yang waterproof.
Pemakaian jaket selain membuat tubuh jadi hangat, juga bisa menahan air (waterproof) pada saat hujan dan mampu melindungi tubuh dari terpaan angin (windproof), sehingga kita mampu melakukan kegiatan lebih lama lagi. Jaket yang waterproof pasti windproof, tapi yang windproof belum tentu waterproof. Sayangnya, jaket yang windproof atau waterproof saja belumlah cukup, karena panas tubuh yang dikeluarkan oleh pemakai akan menjalar ke seluruh permukaan tubuh yang tertutup jaket, dampaknya terjadilah penguapan (condensation). Jika penguapan ini berlangsung lama, maka pakain kita akan basah dan tidak nyaman.
Untuk menanggulangi terjadinya penguapan, para produsen mulai memikirkan cara lain, yaitu dilapisi oleh cairan yg bisa membuat pori-pori pada saat terjadi penguapan, atau istilahnya kain itu bisa bernafas (breathable). Pori-pori tersebut akan membuka pada saat pemakai jaket sudah merasa ada peningkatan suhu jika dibandingkan pada saat diam. Jadi uap panas tadi akan keluar melalui pori-pori tersebut, sehingga proses penguapan tidak sempat terjadi. Keistimewaan cairan yang akan mengeringkan dan menyerupai membran ini adalah butiran air atau terpaan angin tidak bisa masuk. Jadi, itulah jaket yang baik bagi pegiat di alam terbuka dan bisa juga dipakai oleh pengendara sepeda motor, yaitu jaket yang waterproof-windproof-breathable.
Berikut akan dijelaskan beberapa jenis pelapis (coating) yang mampu berfungsi sebagai waterproof-windproof-breathable.
NEOPRENE COATED
Cairan karet yang akan melapisi bagian dalam kain ini mempunyai daya kedap air yang sangat tinggi dan kuat. Pelapis ini lebih dikenal dengan nama “Rubber Coating”, sifatnya sangat waterproof dan bahan karet ini menjadikan kain bertambah berat serta mempercepat tejadinya kondensasi, sehingga tidak cocok untuk jaket, baik untuk dijadikan ponco atau tarp/ply sheet.

contoh jaket merk Sierra Design dgn pelapis Polyurethane Coated
POLYURETHANE COATED
Biasa dikenal dengan P.U Coating. Jika salah satu permukaan kain dilapisi cairan kimia polyurethane, maka akan menjadikan kain ini waterproof dan windproof, tapi tidak breathable. Dengan demikian kondensasi masih tetap akan terjadi. Berbeda dengan Rubber Coating, kain yag diberi P.U Coating lebih ringan. Jika dijadikan rain coat, hanya cocok untuk menghadapi cuaca hujan rintik-rintik di musim panas. Jaket raincoat yang banyak beredar di pasaran sepeerti merk Sierra, The North Face (tipe Hyvent)menggunakan pelapis tipe ini. Dengan pelapis ini, anda akan terhindar dari basah akibat hujan, namun anda akan basah karena proses kondensasi yang terjadi antara tubuh anda yg mulai memanas dengan jaket yg tdk breathable. Namun dalam situs The North Face untuk teknologi Hyvent dicantumkan bahwa jaketnya itu breathable. Untuk hal ini saya tdk dpt berkomentar banyak.
E.X.E.A.T
Coating ini terbuat dari bahan cairan kimia Hydrophilic.peleburan yang berulang-ulang dengan cairan ini akan menghasilkan kain yang waterproof dan breathable.
HYDRO-DRY
Coating yang menggunakan cairan kimia ini hampir sama dengan EXEAT, yaitu menjadikan kain waterproof dan breathable. Tetapi berdasarkan berat kainnya, HYDRO-DRY membaginya dalam 3 kategori pemakaian, yaitu :
Terrain, biasa digunakan pada bahan Nylon Polyamide, baik yang Ripstop maupun anyaman biasa.
Endura, coating ini biasa dipakai pada bahan yang mengandung 100% Tactel Microfibre yang sangat kuat dan tahan sobek, tanpa batas tertentu.
Momentum, biasa digunakan pada bahan Polyester. Coating ini menawarkan keunggulan manfaat yang luar biasa, seperti praktis dalam pengepakan, tidak berisik dan mempunyai kekuatan yang sangat baik.
LOWEALPINE TRIPLE POINT CERAMIC
Suatu pengembangan yang luar biasa, Polyurethane Coating dicampur dengan jutaan partikel keramik, sehingga dapat menjadi benteng penghalang bagi pori-pori kain. Komposisi ini mampu menghasilkan kain yang bisa mengeluarkan uap panas dari tubuh si pemakai, tapi air dari luar tidak bisa masuk, terlebih bagian luarnya dilabur lagi dengan Durable Water Repellecy (DWR). Berbeda dengan membran lainnya yang hanya dilabur pada permukaan kainnya saja, Triple Point Ceramic sifatnya mengikat pada setiap anyaman benang secara langsung, sehingga lapisan tersebut tidak cepat rusak atau luntur, baik pada bagian siku atau bahu.
GORE-TEX
Setelah berpengalaman selama 30 tahun lebih dalam menangani masalah kain waterproof dan breathable, Gore-tex tetap menjadi nomor satu di dunia. Lapisan film yang ditebar pada salah satu permukaan kain ini terbuat dari bahan Poly Tetra Fluro Ethylene (PTFE). Kombinasi kimia yang rumit ini akan mengembang setelah terkena udara, sehingga akan menghasilkan Microporous Membrane dengan sembilan juta pori-pori pada setiap inci perseginya. Setiap pori-pori bersifat 700 kali lebih besar dari molekul uap air, tetapi 20.000 kali lebih kecil dari butiran tetesan air (hujan, dan sebagainya).
Bagian kedua dari Gore-tex ini adalah polyakylene oxide, sebuah bahan yang bersifat oleophobic (oil hating) dan tahan terhadap pengaruh kontaminasi. Bahan ini bisa menjadikan kain yang Hydrophilic / Hydrophobic bisa menahan dan melepas air, contohnya : lapisan Hydrophilic pada bagian dalam mengeluarkan air ke bagian luar bahan, kemudian menangkisnya melalui lapisan Hydrophobic. Sedangkan lapisan Hydrophobic ini membantu proses anti air (waterproof), yang akan menjadikan air bergumpal seperti manik-manik yang menebar pada permukaan kain, sehingga mudah mengalir tanpa merembes ke kain utama. Sistem ini yang ikut membantu terjadinya proses pernafasan (Breathability). Ada kelamahan dari bahan Gore-tex ini, yaitu umurnya pendek, sehingga perlu dilapisi berulang-ulang, kalau tidak, sudah pasti akan mengurangi tingkat breathability-nya.
Lapisan PTFE pada Gore-tex sangat tipis dan lembut, sehingga dibutuhkan lapisan pelindung (layer) supaya tidak mudah rusak dan menambah kuat terhadap friksi / gesekan dari kulit yang ditimbulkan oleh si pemakai. Berdasarkan hal tersebut, maka dalam pemaiakainnya Gore-tex membaginya dalam kategori :
3-Ply Garment
Komposisi ini menghasilkan kain menjadi tiga lapis, yaitu kain dasar dilapis dengan PTFE, kemudian dilapis lagi dengan Nylon yang lembut.
2-Ply Garment
Proses pembuatan lapisan pertama dan kedua (kain dasar+PTFE), sama seperti 3-Ply Garment, tapi pada kain jenis ini tidak diberi lagi Nylon yang lembut sebagai pelindung yang melekat pada membran PTFE, melainkan terpisah, bisa memaki Nylon Mesh atau bahan tipis (puring). 2-Ply Garment biasanya dipakai pada jaket-jaket untuk kegiatan yang bersita bergerak cepat, seperti ski es atau lari lintas bukit, karena uap panas yang dikeluarkan oleh tubuh akan cepat keluar melalui pori-pori membran dari kain dasar. Sedangkan 3-Ply Garment lebih cocok untuk kegiatan pendakian gunung di aas 8.000 meter atau untuk penjelajahan di padang es Antartika.
Setelah kita mendapatkan kain yang waterproof, windproof dan breathable, ternyata kita belum aman dari rembesan air hujan. Setiap tindik jahitan akan mengakibatkan kebocoran (konalisasi), cara penanggulangannya yaitu dengan ditutup pelapis dari bahan plastik (seam sealing), sehingga air apapun tidak akan merembes lagi melalui jahitan tersebut.
Technical Rainsuit
Technical Rainsuit yang layak digunakan untuk daerah tropis. Dengan menggunakan bahan Nylon Ripstop yang bagian dalamnya dilabur dengan Microporous Membrane, menjadikan bahan ini breathable. Sedangkan bagian luarnya diberi Coating Water Repellence, menjadikan kainnya kedap air. Untuk setiap jahitannya selalu ditutup dengan teknologi seam sealing, guna mengantisipasi kebocoran dari setiap jahitannya.
Saran : Jadi lebih teliti lah ketika anda membeli peralatan mendaki, terutama jas hujan, windbreaker, tenda dll. Kenali tipe pelapis waterproof yang menyertainya.
source: http://wakthingtegar.wordpress.com/2008/12/18/apa-itu-waterproof/#comment-17
